Preview Ubuntu 8.04 LTS
Instalasi
Setelah menghadapi berbagai macam rintangan dan perjuangan, akhirnya! Istaller ubuntu Hardy versi 64bit pun kudapat dari teman yang sangat berbaik hati memberi bandwithnya! Setelah membackup semua data yang ada di OS ubuntu lama ku, cd ubuntu baru pun ku boot. Dan.. Surprise! Kali ini ubuntu menyediakan opsi untuk langsung menginstall tanpa harus me-load seluruh live CD! Sedangkan proses instalasi masih seperti ubuntu 7.xx, simpel, dan cepat. Clean install hanya memakan waktu sekitar 15 menit.
Untuk yang mau upgrade dari versi sebelunya sebaiknya memikirkan baik-baik masalah yang sangat mungkin terjadi. H****a, teman ku mendapat masalah beberapa aplikasi yang diinstallnya tidak berjalan di 8.04
First look
Setelah login, wallpaper bangau dengan background orange khas ubuntu langsung menyambut. Yup. The developer has developed something good, at least it can make me feel more comfortable than using Ubuntu’s basic wallpaper.
Untuk menu tidak banyak berubah. Tapi ada satu hal yang sangat kusesali dihilangkan di bagian System>Administration, yaitu Screen And Graphics adapter. Padahal tool ini sangat membantu untuk memilih monitor. Akibatnya, aku harus mengedit line demi line di /etc/X11/xorg.conf nya. Sekarang, kembali ke Lap.. eh, menu. Di bagian Sounds & Video, Serpentine kali ini tidak mendapat tempat, dan diganti dengan Brasero Disc Burning. Tools yang cukup untuk menggantikan K3B nya KDE. Dan jangan lupakan Transmission di bagian Internet. Tools ini cukup berguna untuk mendownload file torrent. Ketika membuka file explorer, coba klik kanan di salah satu folder. Anda akan melihat opsi untuk share, sama simpel nya dengan di wind**s X*. Sayang, samba tidak di install secara default. Oh ya, secara default compiz fusion sudah terinstall dan jalan secara otomatis selama VGA anda mendukung. Kalo nggak, ya berdoa saja.. Hehehe.. gak lah, install dulu driver VGA nya, baru jalan tuh effect.. Shortcut di keyboard juga berfungsi. Contohnya tombol mail akan langsung membuka Evolution begitu ditekan. Tombol Mute juga berfungsi dengan baik.
Lebih lanjut..
Hal “Baru” lain yang udah kucoba adalah simple version dari iptables, ufw. Firewall ini dijalankan dari CLI.
Contoh:
#ufw deny 80
#ufw allow from 192.168.1.1 port 80
ufw akan memblok semua koneksi melalui port 80, tetapi membuka diri untuk ip 192.168.1.1 melalui port 80. Simpel kan??
Hal lain.. Fungsi search nya udah aktif!! yay!! tapi karena keterbatasan waktu dan media, disini tidak dicoba untuk search di dalam jaringan. Namun ini peningkatan yang cukup baik, apalagi untuk perusahaan tempatku magang yang memiliki ratusan dokumen. Beberapa hal yang cukup mengganggu adalah aplikasi-aplikasi yang tidak kompatibel dengan Ubuntu baru ini. Salah satunya adalah VMware server, tools testing favoritku, tidak dapat diinstall karena kernel yang berbeda dan belum ada penggantnya! $#!T! Tapi.. ya sudahlah, toh versi ini versi LTS yang disuppot sampai lebih kurang lima tahun.
I Hate Bugs!!!
Bug pertama nih.. Pas mau setting modem IM2 di System>Administration>Network, ketika setting sudah di set sebagai serial modem, setelah di OK, tiba-tiba, type nya berubah menjadi GPRS modem!! WTF!!?? Akhirnya, jalan terakhir adalah menambah command sendiri di /etc/wvdial.conf dan meload :
$wvdial
Problem solved, tapi harus lewat terminal..
Hal lain, sepertinya Ubuntu 8.04 ini memakan resource lebih besar daripada kakaknya. Dulu ketika menggunakan 7.10 dengan opera, firefox, rhythmbox, apache server, compiz full effect, screenlets, dan Vmware server (winXP) dijalankan, system cuma memakan 48% dari ram. Namun dengan ubuntu baru, dimana sistem cuma menjalankan OpenOffice Writer, Rhythmbox, screenlets, dan juga compiz, 43% memori sudah terpakai. Hal ini dibandingkan setelah melihat service-service lain yang berjalan di background.
Oh iya, firefox yang digunakan adalah firefox 3 BETA, yang sejatinya baru akan dirilis versi stable nya bulan juni nanti. Namun sejauh ini tidak ada masalah, dan update untuk firefox biasanya keluar setiap minggu. Dan seperti biasa, codec untuk multimedia tidak secara default diinstall, jadi harus download dari synaptic..
Penilaian
Update yang cukup mantap! Layak dipakai sebagai pengganti Windo*s buat yang mau sedikit repot. Namun percayalah, semua kesulitan akan terbayar dengan sistem yang cukup stabil, dan ringan. Kelebihan lainnya adalah mudah dikustomisasi, dan GRATIS. Sayang masih ada beberapa bug yang cukup mengganggu.. Yah.. semoga update berikutnya cepat keluar.. Dengan ini.. Ubuntu 8.04 LTS (Hardy Heron) layak mendapat nilai 8.5!!!
System Pengujian
AMD Athlon 64 3200+
RAM Kingston 256MB*2+1024MB (Single Channel)
Harddisk SATA II 160GB*2
VGA Nvidia GeForce 7100 GS
Monitor Acer AF715 17”
Ubuntu 8.04 64Bit version