My Gigabyte GAM78GM-S2H + ASUS EAH3450

July 21, 2008 at 11:09 pm (Hardware)

Beberapa hari sebelum LKS 2008 tingkat nasional, hadiah juara LKS Provinsi dari sekolah datang melalui PT. Labtech dari Singapura. Kenapa dari Singapura?? Karena toko komputer di Batam sangat tidak bersahabat dengan AMD. Dan untungnya hadiah ini bisa cepat cair, soalnya biasanya pihak sekolah.. Ups.. Gotta keep silent.. hehehe.. Hadiah ini berdasarkan pesananku kepada sekolah. Aku langsung memakainya dan mengganti epox 6100 + Eagle 7100 GS yang memang sudah cukup tua. Sayang, karena suatu hal, Prosesor AMD Athlon 64 3200+ ku masih belum bisa diganti.

Motherboard ini menggunakan chipset AMD780G+AMDSB700, dan termasuk chipset yang lumayan baru, support AMD Phenom Socket AM2+, DDR2, dan juga koneksi yang disediakan cukup lengkap, mulai dari adanya port D-SUB, DVI, HDMI, Firewire, eSata2 namun minus port serial dan paralel yang memang sudah jarang digunakan.

Perakitan berjalan seperti biasa, bahkan terkesan lebih mudah. Mungkin gara-gara masih baru kali yah?? Hehehe.. konektor VGA dari motherboard sengaja kupasang pada konektor onboard di motherboard, tidak pada ASUS EAH3450. Hal ini karena aku ingin mencoba sistem Hybrid Crossfire yang (katanya) cukup bagus. Setelah melakukan setting pada BIOS, aku langsung menginstall Wind**s Vi**a karena sistem hybrid crossfire hanya berjalan pada OS tersebut. setelah menginstall driver VGA dari motherboard dan vga card, memang pada hardware info terbaca adanya 2 GPU, namun setelah menggunakan aplikasi GPU-Z, ternyata sistem belum berjalan pada modus crossfire. Aku langsung mengambil inisiatif dengan mendownload driver terbaru pada situs resmi AMD. Setelah menginstall driver baru, ternyata ada opsi untuk menjalankan modus crossfire, yang pada penggunaan driver sebelumnya, opsi ini tidak ada. Setelah mencentangi opsi tersebut, dan merestart komputer (aku gak tau apakah hal ini mutlak..), sistem ku sudah berjalan pada crossfire..

Well, setalah menjalankan beberapa game kelas menengah dengan settingan high, tampaknya sistem baru ini sanggup untuk ’survive’ dan menjalankan game tersebut tanpa lag yang berarti. Namun aku menemukan beberapa keanehan pada motherboard ini. Diantaranya adalah lag yang terjadi saat memutar lagu dengan iTunes sambil melakukan search pada harddisk tersebut. pada sistemku yang lama, scanning seperti itu dapat dilewati tanpa lag yang berarti, namun pada sistem ini tampaknya muncul lag yang cukup mengganggu tersebut.. aku mencoba dengan menginstall winamp. Namun ternyata hal tersebut juga tidak membantu. aku langsung mengambil kesimpulan, ditambah dengan benchmark dengan software bawaan vi**a, bahwa hal ini terjadi karena menurunnya kinerja harddisk.

Pengujian berlanjut dengan menginstall Ubuntu 8.04 versi 64bit. Crossfire tidak berjalan meski driver ATI sudah terinstall dengan baik. kurasa hal ini dikarenakan belum selesainya driver untuk linux. Well, lag juga terjadi saat aku memutar musik dengan Rhythmbox, namun lag tidak hanya saat melakukan scanning pada harddisk, tetapi juga saat menjalankan efek Compiz Fusion yang diatas normal.

Aku merasa permasalahan selain terletak pada turunnya kinerja harddisk, juga pada beratnya pekerjaan prosesor untuk mengolah grafis. hal ini dibuktikan dengan proses kerja prosesor yang tidak pernah dibawah 2%, sedangkan pada sistem yang dulu, prosesor sering bekerja 0% (alias gak kerja) saat didiamkan (ya iyalah!!)

masih ada lagi. sistem linux ini memakan hampir 60% dari memori (sekitar 1.5 GB alias 700an MB saat mengetik dengan gedit dan mendengar musik dari Rhythmbox. Aneh.. sistemyang lama hanya memakan 33-50% memori dengan servis yang sama berjalan.

Aku masih butuh waktu untuk mengenal dan mengetes motherboard ini lebih lanjut.. so.. sekian dulu deh.. Ditunggu komennya..

^_^v

Permalink Leave a Comment

WAP54G..

July 9, 2008 at 12:50 pm (Curhatan orang gila)

This AP’s S**k, u know?? ‘coz  of  this AP, i’ve failed the national IT/Network support competition! But it’s not wise to blame on it..

The story begin when i need an AP for the national IT/Network support competition in Makassar a month ago. I choosed WAP54G because it’s widely used and it’s price. The testing didn’t show any malfunction or else.. So, i brought it to Makassar. Firstly, the AP worked without problem. But the problem showed up when the game almost over..

I couldn’t connect to my AP from my notebook’s wireless device or my server’s LAN.. I’ve tried to reset the AP, but it’s not working!!Damn, i’ve only got 3 minutes left.. I can’t ping AP’s IP, or even logon to web-based administration.

And.. My AP remains unconnectable.. And that make me “disqualified” from the competition, altough all of my server was running.. When i’m home, i’ve tested it again. And i still can’t  connect via wireless or cable.

Several days ago, a person told me in YM that maybe someone upgraded my AP’s firmware. I told this to Ernawan and Robee, my teachers..

But today, fortunately, i can connect to that Fuck*n AP via wireless. And it’s firmware wasn’t upgraded at all! Damn.. but the test shows the LAN port on the AP is not working anymore..

Yeah, just like my friend achir’s said to me.. wong pinter kalah karo wong bejo ( Even a smart man can be defeated by a lucky man )

Well, seems like i’ve lost my luck ^_^v

Permalink Leave a Comment