Step By Step Tutorial : DNS Server With Ubuntu Linux

May 15, 2008 at 10:39 pm (Linux, Networking)

Credit : thx 2 Hendra24pb and Mr./Mas Robee for your guidance.. ^_^v

Tutorial lagi nih.. mumpung baru bisa.. bagi bagi ilmu kan gak salah.. hehehe..

Sebenarnya, nama internet seperti google.com atau yahoo.com adalah IP address. Namun, berhubung manusia lebih memudah mengingat kata daripada angka, maka dibuatlah DNS (Domain Name Service) untuk memetakan sebuah IP address ke hostname. Server DNS berfungsi seperti sebuah database yang berisi daftar hostname dan IP address dari sebuah network tertentu.

Misalnya, situs google.com itu IP nya xxx.xxx.xxx.xxx. Nah, daripada capek hapalin sepanjang itu, dibualah server DNS untuk meng-aliaskan IP tsb ke hostname tertentu.

DNS server untuk linux menggunakan BIND. versinya sendiri sudah mencapai versi 9. Langkah pertama, pastikan paket bind9 terinstal dengan baik di komputer anda.

# dpkg –status bind9

Kalau hasilnya seperti ini:

Package: bind9
Status: install ok installed
Priority: optional
Section: net
Installed-Size: 776
Maintainer: LaMont Jones <lamont@debian.org>
Architecture: amd64
Version: 1:9.4.2-10
Replaces: apparmor-profiles (<< 2.1+1075-0ubuntu4), bind, dnsutils (<< 1:9.1.0-3)
Depends: adduser, libbind9-30, libc6 (>= 2.4), libdns32 (= 1:9.4.2-10), libisc32 (= 1:9.4.2-10), libisccc30 (= 1:9.4.2-10), libisccfg30 (= 1:9.4.2-10), liblwres30,         libssl0.9.8 (>= 0.9.8f-1), lsb-base (>= 3.0-6), netbase
Suggests: bind9-doc, dnsutils, resolvconf
Conflicts: apparmor-profiles (<< 2.1+1075-0ubuntu4), bind
Conffiles:
/etc/apparmor.d/usr.sbin.named e80c40954dec7451230d8026ca37953f
/etc/bind/db.0 8aba258068c8c60a7ade3952a285f57d
/etc/bind/db.255 8aba258068c8c60a7ade3952a285f57d
/etc/bind/db.empty 4e7a0ebff9a8936e5a72ec18c0c49214
/etc/bind/zones.rfc1918 d04252b4368b66e28376f92613842888
/etc/bind/db.127 64f5cf50e8d8192109dad43b779e5e36
/etc/bind/db.local e5d27ead2d238928a08d33c7a7333477
/etc/bind/db.root a94e29ac677846f3d4d618c50b7d34f1
/etc/bind/named.conf 254230570a543e869ac34025f4442964
/etc/bind/named.conf.local fb15a27656eafd86ff870effabc72f1e
/etc/bind/named.conf.options d6b678ac90fd6ab163d74dfe5d68c2c9
/etc/init.d/bind9 54706c130345d2c76686aa0c34bb742c
Description: Internet Domain Name Server
The Berkeley Internet Name Domain (BIND) implements an Internet domain
name server.  BIND is the most widely-used name server software on the
Internet, and is supported by the Internet Software Consortium, www.isc.org.
.
This package provides the server and related configuration files.

Tandanya bind sudah terinstall. Jika belum, pastikan komputer anda terkoneksi dengan baik dan benar (seperti kata bapak ‘E), lalu di terminal, ketik :

# apt-get install bind9

jika sudah, coba start service bind-nya. caranya :

# /etc/init.d/bind9 start

Kalau sudah keluar pesan [OK], masuk terminal (lagi) dan pindahkan ke direktori /etc/bind

# cd /etc/bind

Nah, sekarang buka file named.conf dengan text editor tercinta. Di sini aku pake nano (promosi mode : on)

# nano named.conf

Lalu, sebelum baris ” include “/etc/bind/named.conf.local”; “, tambahkan argumen berikut:

zone “shadow.lan” {
type master;
file “/etc/bind/shadow.lan”;
};

Ket:
“shadow.lan” merupakan awal dari zona shadow.lan. Jadi Misalnya kalo mo bikin buat zona google.com, ganti dengan “google.com” .
type master; menunjukkan tipe domain itu berjenis primary atau master. Jika ingin membuat secondary DNS, ganti dengan type slave; .
file “/etc/bind/shadow.lan”; adalah nama file untuk zona “shadow.lan”. Nah, nama file ini dapat anda ganti sesuka hati, asal file tersebut ada. Tapi gunakanlah nama file yang mirip agar mudah mengkonfigurasinya. Nah, di sini dapat dilihat kalau file shadow.lan terdapat di /etc/bind.

Hint: jangan lupa meletakkan }; di setiap akhir argumen sebuah zona!

Jika sudah, jangan restart service bind anda dulu! Sekarang, buat sebuah file kosong dengan nama sesuai dengan nama file kontainer yang sudah kita buat sebelumnya.

# touch shadow.lan

Perintah dilakukan di direktori /etc/bind. Lalu, agar menghemat waktu, copy saja dari file yang sudah ada sebelumnya agar cepat.

# cat db.local > shadow.lan

Edit file shadow.lan

# nano shadow.lan

Nah, edit agar terlihat seperti ini..

$TTL    604800
@       IN      SOA     shadowz0n3. root.shadowz0n3. (
5       ; Serial
604800  ; Refresh
86400   ; Retry
2419200 ; Expire
604800  )       ;       Negative Cache TTL
;
@       IN      NS      localhost.
@       IN      A       192.168.1.12
shadow.lan.     IN      A       192.168.1.12

Ket :
shadowz0n3. = hostname komputer saya.. hehehe.. ganti saja dengan localhost. agar simple. ingat, selalu meletakkan TITIK di belakang hostname!
root.shadowz0n3. = email admin dari zona yang dibuat. isi saja dengan root.localhost. agar gampang..
5 = serial number. Setaip mengubah file ini, ingat untuk selalu mengubah nilainya dengan nilai yang lebih tinggi.
IN = Internet Name. Digunakan jika menggunakan protokol TCP/IP. Protokol lain? Cari sendiri yah.. Jangan lupa japri kalo dapet. Aku juga bingung..
NS = Name Server. Digunakan untuk mendeklarasikan hostnameserver DNS. dalam hal ini adalah localhost. Ingat untuk selalu meletakkan titik (.) setelah hostname.
192.168.1.12 = IP komputer yang di alias-kan sebagai shadow.lan

Sudah hampir selesai.. Dikit lagi.. Sekarang, setting DNS anda agar mencari ke 127.0.0.1. Lalu, restart service bind dan network (optional) anda.
# /etc/init.d/bind9 restart
# /etc/init.d/networking restart

nah, coba ping ke shadow.lan atau domain yang anda buat. Jika masuk, selamat, DNS server anda sudah bisa digunakan.

Untuk client, setting dns server nya ke IP DNS server yang sudah anda buat, lalu coba ping ke domain yang anda buat. Jika sudah berhasil..

Tidak ada kata lain selain SELAMAT!!

Permalink Leave a Comment

Moving..

May 14, 2008 at 6:06 pm (Uncategorized)

Lagi pusing nih.. Mo nyari tempat hosting ama domain, soalnya kok rasanya pake blog gak puas yah?? sementara pake domain gratisan shadowbane.uni.cc , hosting di tempat gratisan, di www.000webhost.com , tapi ntar lagi pindah.. gak puasss!!!

Permalink Leave a Comment

Is Everybody Goin’ Crazy?? Or..

May 6, 2008 at 10:22 pm (Curhatan orang gila)

I always feel alone.. dunno why.. God.. r u still love me? Do u abandon me ’cause i’m only a dot in this world? Hell, yeah, i tried to get close to someone as a friend. But i never get a good friend.. They only be friend with me in the exam, or if i got somethin’ new.. Or if they need me.. as a slave.. Hahaha.. Damn.. I can’t understand everything.. I can’t see everything.. Tell me what’s going on, please.. I don’t want to walk alone forever!!!!

Permalink 3 Comments

Read ‘N Wirite di drive NTFS? Kenapa Tidak??

May 6, 2008 at 9:49 pm (Linux)

Sekarang setelah makin gencarnya isu razia software bajakan, banyak yang mulai migrasi ke linux. Beberapa yang masih ragu menggunakan dual boot, kebanyakan XP-Linux. Nah, kemarin ada temanku bertanya,

“Gimana sih, cara bikin drive windows bisa ditulis??”

Linux secara default memang tidak mensupport write/menulis di drive NTFS, tapi itu dulu. Bahkan Ubuntu 8.04 sudah secara default bisa melakukannya. Nah, bagaimana dengan linux yang lain (dalam hal ini Ubuntu sekeluarga) ? Ubuntu 7.10 sudah memasukkan paket ntfs-3g sewaktu instalasi. Namun perlu menjadi root atau mengedit fstab dulu baru bisa menulis di drive ntfs.

Berikut ini cara menginstall paket ntfs-3g di Ubuntu ‘tua’.

Buka synaptic package manager, cari ntfs-3g, centangi, dan apply.

Atau:
#apt-get install ntfs-3g

Gampang bukan?

Untuk mount drive ntfs, di terminal, masuk sebagai root, lalu :
#cd /media
disini, buat direktori baru untuk drive yang akan di mount, misalnya test.
#mkdir test
lalu, gunakan fdisk untuk melihat drive yang ada. Kira – kira output nya seperti ini :
#fdisk -l
Disk /dev/sda: 160.0 GB, 160041885696 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 19457 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Disk identifier: 0×05160515

Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1   *           1        5099    40957686    7  HPFS/NTFS
/dev/sda2            5100       19456   115322602+   f  W95 Ext’d (LBA)
/dev/sda5            5100       13385    66557263+   7  HPFS/NTFS

Disk /dev/sdb: 160.0 GB, 160041885696 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 19457 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Disk identifier: 0×654d2336

Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sdb1               1        2611    20971408+  83  Linux
Partition 1 does not end on cylinder boundary.
/dev/sdb2            2611       17909   122880209    f  W95 Ext’d (LBA)
Partition 2 does not end on cylinder boundary.
/dev/sdb3           19069       19457     3124642+  82  Linux swap / Solaris
Partition 3 does not end on cylinder boundary.
/dev/sdb5            2611       15666   104857672+   7  HPFS/NTFS
/dev/sdb6           15666       17909    18022504+   b  W95 FAT32

Nah, misalnya yang ingin di mount adalah /dev/sda5 yang filesystem nya NTFS, maka perintahnya adalah sebagai berikut:

#ntfs-3g /dev/sda5 /media/test

nanti di desktop anda akan muncul icon drive baru yang bernama TEST. Coba buka. Jika anda sudah bisa membaca isinya dan membuat direktori baru, maka drive ntfs anda sudah bisa digunakan seperti biasa.

Membuat Drive ntfs auto mount saat Ubuntu start

File yang perlu diubah untuk auto-mount suatu drive saat linux startup adalah fstab yang berada di /etc

misalnya kita ingin me mount /dev/sda5 saat linux start, maka yang perlu dilakukan adalah:

#cd /etc
#nano fstab

tambahkan baris berikut ini di baris paling bawah

/dev/sda5 /media/test ntfs-3g defaults,locale=en_US.UTF-8 0 1

/dev/sda5 adalah drive/partisi yang ingin di auto-mount. /media/test adalah direktori yang kita buat sebelumnya sebagai wadah/kontainer. ntfs-3g adalah opsi yang digunakan untuk bisa menulis dan membaca drive ntfs.

untuk membuktikan, coba restart komputer anda, dan buka /media/test.

Selamat mencoba.. ^_^v

Permalink Leave a Comment

Kamu..

May 4, 2008 at 7:09 pm (Curhatan orang gila)

Sewaktu pertama aku melihatmu, kamu terlihat biasa saja, seorang anak cewek manja dari keluarga kaya yang suka mencari perhatian. Aku tidak tertarik padamu sedikitpun saat itu. Tapi entah kenapa aku mencari tahu tentang kamu. Dan setelah aku kenal siapa kamu, kepalaku dipenuhi bayanganmu.

Jujur, kamu memang menyebalkan, dan membuat aku selalu ingin mengamuk. tapi entah kenapa aku tidak bisa melupakanmu. Senyummu dan matamu seperti menyihirku.

Hahaha. Kedengarannya nggak realistis banget. tapi memang itulah yang kurasa dari dirimu. Dan perlahan kusadari, dirimulah yang selama ini kutunggu, karna hanya didekatmu aku merasa nyaman..

Namun kau ternyata memang suka mencari perhatian.. Kadang kau datang sebentar, seakan memberi harapan, namun kau bisa tiba-tiba pergi begitu saja. Kadang kau membawa pria lain dalam pelukanmu, meski hanya tuk sekejap.

Huff.. Dan kadang, bahkan memang, kau hanya menghubungiku disaat kau butuh dan susah. Namun aku tak peduli. Aku sadar aku jadi seperti budakmu. Aku sadar aku tak lebih dari tong sampah isi hatimu. Tapi aku senang, selagi aku masih bisa berguna untukmu..

Kau datang dan pergi dalam hidupku. Disaat aku mencoba melupakanmu, -dan kuyakin itu hampir berhasil -, kau kembali hanya tuk menggodaku dengan senyummu yang manis. Kau membuat pikiranku kacau. Ya, kau yang menyebabkan aku hampir gila seperti ini.

Otakku menyebut namamu lebih daripada hatiku mengagungkan nama tuhan. Aku hancur karena kamu. Tapi aku tak peduli, selagi aku masih bisa bernafas untuk melihat senyummu. Bahkan dalam doaku, kau selalu menjadi prioritas, meski agama kita tak sama..

Oke, aku sadar banyak yang meragukan perasaan hatiku padamu. Aku tahu itu. Tapi aku tak peduli, karena mereka tak merasa apa yang kurasa. Perasaanku padamu lebih dari sekedar hasrat tuk memiliki. Aku ingin kau ada disisiku.. Selalu. Aku tak peduli ada yang bilang kalau kau cuma pelampiasan nafsuku saja. Biarlah mereka berkata sesuka mereka, karena mereka gak kenal siapa aku. Aku menyukaimu, bukan karena tubuhmu, atau wajah cantikmu. Bukan, dan tidak. Aku tak peduli wajahmu berubah menjadi sejelek nenek tua, atau tubuhmu rapuh seperti sebatang lidi, selama hatimu tetap sama.

Mungkin dimatamu aku terlihat kasar, dan egois. Tapi sadarilah, inilah aku, yang dibentuk dari pendidikan keras orang tuaku, dan semua itu kulakukan agar kamu tidak tersandung di tengah jalan hidupmu.. Dan maafkan aku atas semua sikap kasarku padamu..

Aku sadar kamu hanya menganggap perkataanku sebagai angin lalu.. Bahkan jika kau membaca tulisan ini. Tapi kumohon, sadarilah kalau aku benar-benar sayang padamu, tulus, dan apa adanya..

Hahaha.. Aku ingin berbuat sesuatu padamu, sebelum aku mati atau sepenuhnya jadi gila. Gila? Ya, aku memang gak waras dari awal.. Dan lebih lagi setelah aku mengenal kamu..

Aku tak tahu lagi bagaimana cara meluluhkan hatimu yang lebih keras dari apapun, karna batu pun bisa berlubang jika ditetesi air, atau baja pun bisa melebur jika dipanasi. Tapi tidak hatimu yang sangat keras..

Tahukah kamu, aku sering hampir menangis memikirkanmu? Silahkan bilang aku cengeng, pengecut, banci, atau apa saja. Silahkan, asalkan aku bisa melihatmu selalu tertawa..

Dan tangisanmu membuat hatiku sedih.. Aku berusaha membantumu, namun kau selalu menghindariku..

Wakaka! makin lama makin gila! Hahaha!

Sudahlah.. Aku hanya ingin.. Kau selalu tersenyum dan tertawa seperti biasa..

I’m always here, watching over you..
Shadowbane

Permalink 1 Comment

3D Desktop di Ubuntu

May 4, 2008 at 2:15 pm (Linux)

Banyak orang yang tertarik menggunakan Linux karena tampilannya yang cantik namun lebih ringan. Bahkan banyak yang memodifikasi desktopnya hingga mirip Mac OS X atau Windows Vista. Nah, buat yang masih baru belajar linux, tapi pengen punya desktop linux yang cantik, coba deh langkah – langkah ini.

  1. Tentukan VGA

coba baca buku manual motherboard kalo VGA yang dipake onboard, atau lihat seri VGA di kartu grafik tambahan yang terpasang

  1. Install driver VGA yang dibutuhkan

Setelah tahu jenis VGA, langkah berikutnya adalah instalasi driver. Bagian ini lah yang paling sulit dan harus mendapat perhatian ekstra. Untuk jenis VGA onboard dari Intel atau VIA, biasanya tidak membutuhkan driver tambahan.

VGA Nvidia Geforce 4xxx-6xxx cukup menggunakan driver yang ada di synaptic package manager-nya ubuntu. Caranya, pilih System>Administration>Restricted Driver Manager (Hardware Drivers untuk Ubuntu 8.04), lalu enable-kan pilihan driver VGA yang tersedia. Untuk driver Nvidia Geforce 7xxx-9xxx dan ATI, coba install envy (untuk ubuntu 7.10 kebawah) atau EnvyNG (ubuntu 8.04). Setelah Envy terinstall, arahkan kursor ke System Tools > Envy, lalu pilih chipset VGA anda, dan envy akan otomatis mendownload dan menginstall driver yang cocok.

Note: Pastikan koneksi internet anda berjalan dengan baik ketika menginstall driver, karena Ubuntu langsung mencri packages yang pas di internet.

  1. Setelah driver terinstall, system akan reboot, dan ketika login, jika driver terinstall dengan baik, maka tampilan desktop anda akan terlihat lebih ‘hidup’. Coba setting resolusi yang pas, lalu buka System>Preferences>Appereance. Di tab Visual effect, pilih ‘normal’. Jika driver sudah pas, akan ada pilihan untuk tetap di mode ini atau kembali ke mode sebelumnya. Jika gagal, coba ulangi langkah 2.

  2. Efek sudah jalan tapi terkesan ‘biasa’? Buka synaptic packages manager, di kolom search, ketik ‘compiz’ (tanpa kutip). Centangi ‘emerald’, ‘compizconfig-settings-manager’, ‘compiz-fusion-plugins-extra’, dan ‘compiz-fusion-plugins-main’. Setelah terinstall, akan muncul Advanced Desktop Effect Settings di System > Preferences. Gunakan ini untuk mensetting desktop effect anda.

  3. Untuk sidebar seperti vista, buka Synaptic lagi, Install screenlets. Atau jika tidak ada, anda bisa mendownloadnya dari www.getdeb.net. Jalankan dengan memilih Accessories > Screenlets atau System > Preferences > Screenlets untuk ubuntu 7.10

  4. Untuk theme, wallpaper, dan kustomisasi lain, coba cari di www.gnome-look.org.

Nah, sekarang desktop anda sudah terlihat lebih cantik. Selebihnya, tergantung pada kreatifitas kita. Selamat mencoba!

Permalink 4 Comments

Preview Ubuntu 8.04 LTS

May 3, 2008 at 12:53 pm (Linux) ()

Instalasi

Setelah menghadapi berbagai macam rintangan dan perjuangan, akhirnya! Istaller ubuntu Hardy versi 64bit pun kudapat dari teman yang sangat berbaik hati memberi bandwithnya! Setelah membackup semua data yang ada di OS ubuntu lama ku, cd ubuntu baru pun ku boot. Dan.. Surprise! Kali ini ubuntu menyediakan opsi untuk langsung menginstall tanpa harus me-load seluruh live CD! Sedangkan proses instalasi masih seperti ubuntu 7.xx, simpel, dan cepat. Clean install hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

Untuk yang mau upgrade dari versi sebelunya sebaiknya memikirkan baik-baik masalah yang sangat mungkin terjadi. H****a, teman ku mendapat masalah beberapa aplikasi yang diinstallnya tidak berjalan di 8.04

First look

Setelah login, wallpaper bangau dengan background orange khas ubuntu langsung menyambut. Yup. The developer has developed something good, at least it can make me feel more comfortable than using Ubuntu’s basic wallpaper.

Untuk menu tidak banyak berubah. Tapi ada satu hal yang sangat kusesali dihilangkan di bagian System>Administration, yaitu Screen And Graphics adapter. Padahal tool ini sangat membantu untuk memilih monitor. Akibatnya, aku harus mengedit line demi line di /etc/X11/xorg.conf nya. Sekarang, kembali ke Lap.. eh, menu. Di bagian Sounds & Video, Serpentine kali ini tidak mendapat tempat, dan diganti dengan Brasero Disc Burning. Tools yang cukup untuk menggantikan K3B nya KDE. Dan jangan lupakan Transmission di bagian Internet. Tools ini cukup berguna untuk mendownload file torrent. Ketika membuka file explorer, coba klik kanan di salah satu folder. Anda akan melihat opsi untuk share, sama simpel nya dengan di wind**s X*. Sayang, samba tidak di install secara default. Oh ya, secara default compiz fusion sudah terinstall dan jalan secara otomatis selama VGA anda mendukung. Kalo nggak, ya berdoa saja.. Hehehe.. gak lah, install dulu driver VGA nya, baru jalan tuh effect.. Shortcut di keyboard juga berfungsi. Contohnya tombol mail akan langsung membuka Evolution begitu ditekan. Tombol Mute juga berfungsi dengan baik.

Lebih lanjut..

Hal “Baru” lain yang udah kucoba adalah simple version dari iptables, ufw. Firewall ini dijalankan dari CLI.

Contoh:

#ufw deny 80
#ufw allow from 192.168.1.1 port 80

ufw akan memblok semua koneksi melalui port 80, tetapi membuka diri untuk ip 192.168.1.1 melalui port 80. Simpel kan??

Hal lain.. Fungsi search nya udah aktif!! yay!! tapi karena keterbatasan waktu dan media, disini tidak dicoba untuk search di dalam jaringan. Namun ini peningkatan yang cukup baik, apalagi untuk perusahaan tempatku magang yang memiliki ratusan dokumen. Beberapa hal yang cukup mengganggu adalah aplikasi-aplikasi yang tidak kompatibel dengan Ubuntu baru ini. Salah satunya adalah VMware server, tools testing favoritku, tidak dapat diinstall karena kernel yang berbeda dan belum ada penggantnya! $#!T! Tapi.. ya sudahlah, toh versi ini versi LTS yang disuppot sampai lebih kurang lima tahun.

I Hate Bugs!!!

Bug pertama nih.. Pas mau setting modem IM2 di System>Administration>Network, ketika setting sudah di set sebagai serial modem, setelah di OK, tiba-tiba, type nya berubah menjadi GPRS modem!! WTF!!?? Akhirnya, jalan terakhir adalah menambah command sendiri di /etc/wvdial.conf dan meload :

$wvdial

Problem solved, tapi harus lewat terminal..

Hal lain, sepertinya Ubuntu 8.04 ini memakan resource lebih besar daripada kakaknya. Dulu ketika menggunakan 7.10 dengan opera, firefox, rhythmbox, apache server, compiz full effect, screenlets, dan Vmware server (winXP) dijalankan, system cuma memakan 48% dari ram. Namun dengan ubuntu baru, dimana sistem cuma menjalankan OpenOffice Writer, Rhythmbox, screenlets, dan juga compiz, 43% memori sudah terpakai. Hal ini dibandingkan setelah melihat service-service lain yang berjalan di background.

Oh iya, firefox yang digunakan adalah firefox 3 BETA, yang sejatinya baru akan dirilis versi stable nya bulan juni nanti. Namun sejauh ini tidak ada masalah, dan update untuk firefox biasanya keluar setiap minggu. Dan seperti biasa, codec untuk multimedia tidak secara default diinstall, jadi harus download dari synaptic..

Penilaian

Update yang cukup mantap! Layak dipakai sebagai pengganti Windo*s buat yang mau sedikit repot. Namun percayalah, semua kesulitan akan terbayar dengan sistem yang cukup stabil, dan ringan. Kelebihan lainnya adalah mudah dikustomisasi, dan GRATIS. Sayang masih ada beberapa bug yang cukup mengganggu.. Yah.. semoga update berikutnya cepat keluar.. Dengan ini.. Ubuntu 8.04 LTS (Hardy Heron) layak mendapat nilai 8.5!!!

System Pengujian

AMD Athlon 64 3200+

RAM Kingston 256MB*2+1024MB (Single Channel)

Harddisk SATA II 160GB*2

VGA Nvidia GeForce 7100 GS

Monitor Acer AF715 17”

Ubuntu 8.04 64Bit version

Permalink Leave a Comment

First Post

May 2, 2008 at 1:45 pm (Uncategorized) ()

Hello, World! Yup, Hai Dunia. Entah knapa pengen bikin blog. Tujuan bikinnya juga gak jelas sih.. Tapi yang pasti, sesuai judulnya.. Blog ini bakal diisi catatan harian orang gila, dan juga mungkin bakal ada posting soal networking dan linux.. Hehehe.. Ntahlah. Pokoknya, met nikmatin blog orang gila ini!

Cheers,

Shadowbane, lying somewhere in the earth..

Permalink 1 Comment

« Previous page